Pernyataan Adhi S Lukman Tentang Masalah Susu Kental Manis

Meluruskan Pandangan Menyesatkan tentang Susu Kental Manis

Terkait dengan terbitnya Surat Edaran Badan Pengawas Obat Dan Makanan atau BPOM tidak berpengaruh terhadap penjualan produk susu kental manis. Meski demikian pemerintah tetap diminta turun tangan didalam menjelaskan masalah ini sehingga akan meredanya rasa kekhawatiran yang dialami masyarakat. Berikut beberapa pernyataan Adhi S Lukman tentang polemik susu kental manis diantaranya yaitu :

  • Adhi S Lukman selaku Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia atau GAPMMI mengatakan sejak diedarkannya surat dari BPOM maka masalah ini ramai diperbincangkan dan bahkan menjadi viral di medsos. Sejak itu tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan soal keamanan produk susu tersebut, tetapi meski begitu polemik ini tidak berpengaruh terhadap penjualan poduk susu tersebut. Adhi berharap jika polemik ini tidak akan berpengaruh terhadap penjualan dan diriny akan selalu memonitor. Pertanyaan pun muncul dari retail namun hal ini masih terkendali. Adhi pun menambahkan mudah mudahan klarifikasi tentang polemik ini cepat dikeluarkan dan beres.
  • Sempat terjadinya ditengah masyarakat salah pemahaman terkait dengan produk susu ini tetapi hal ini dinilai hanya akan terjadi untuk sementara waktu saja. Timbulnya keresahan ditengah masyarakat itu terjadi karena kemungkinan ada kesalahpahaman. Tetapi yang jelas produk susu ini subkategori dari susu tetapi yang mebedakannya hanya karakterstiknya saja. Susu manis ini karakteristik dasarnya memiliki kadar lemak susu yang tidak kurang dari 8 % dan untuk plaon kadar kandungan gizi susu kental manis yang tidak kurang dari 6,5 %. Dan spesifikasi dari produk susu ini memang seperti itu.
  • Adhi juga berharap produsen untuk selalu mematuhi rekomendasi dari BPOM terkait dengan adanya pelabelan dan juga iklan produk susu tersebut. Salah satu yang harus dipatuhi oleh produsen ini adalah agar produk susu ini tidak diiklankan sebagai susu yang dikategorikan sebagai susu yang baik untuk pertumbuhan. Dirinya setuju jika susu ini tidak disamaratakan dengan susu pertumbuhan lainnya, dan para pengusaha juga sebaiknya tidak mengiklankan produk susunya sebagai susu pertumbuhan.

Itulah beberapa pernyataan Adhi S Lukman tentang polemik susu kental manis tidak baik. Tujuan dari diedarkannya surat dari BPOM mengenai label dan iklan tentang produk susu dan analognya adalah untuk melindungi konsumen dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Dan surat edaran ini mengingatkan kembali kepada Pasal 100 ayat 1 dan Pasal 104 ayat 1 UU Nomor 18 tahun 2012.